Jumat, 05 Agustus 2011

FAKTOR BIOTIK YANG MEMPENGARUHI TANAMAN

alam usaha budidaya padi harus diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara ekologi, baik faktor biotik dan abiotik di lingkungan tumbuh tanaman tersebut. Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.

Makhluk Hidup
Makhluk hidup seperti manusia dan hewan dan tumbuhan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam persebaran tumbuhan. Terutama manusia dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat melakukan persebaran tumbuhan dengan cepat dan mudah. Hutan kota merupakan jenis hutan yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama manusia. manusia juga mampu mempengaruhi kehidupan fauna di suatu tempat dengan melakukan perlindungan atau perburuan binatang. Hal ini menunjukkan bahwa faktor manusia berpengaruhi terhadap kehidupan flora dan fauna di dunia ini.

contohnya: daerah hutan diubah menjadi daerah pertanian, perkebunan atau perumahan dengan melakukan penebangan, reboisasi,atau pemupukan.

Selain itu faktor hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya. hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. contohnya: serangga dalam proses penyerbukan, kelelawar, burung, tupai membantu dalam penyebaran biji tumbuhan. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya.
Pengaruh faktor lingkungan biotik yang jelas adalah pada patogen yang bertahan hidup dan berkembang di dalam tanah, yang biasanya menyerang akar tanaman,juga mempunyai kemampuan menyebabkan penyakit dan biasanya pathogen dalam bentuk bentuk organisme yang masih hidup.penyebab penyakit yang tergolong ke dalam pathogen ini adalah organisme hidupyang mayoritas bersifat mikro dan mampu untuk menimbulkan penyakit bagi tanaman. Dimana yang tergolong dalam organisme ini adalah: jamur,virus,bakteri,mikoplasma dan riketsa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit adalah: kelembapan udara yang tinggi,kondisi tanaman,dan keberhasilan infeksi.

KOMPETENSI INTRA DAN ANTAR SPESIES
Beberapa macam hubungan atau interaksi ekologi antar sesama makhluk hidup terjadi dalam bentuk saling merugikan, saling membunuh, atau saling menguntungkan. Berikut ini uraian interaksi antar spesies dalam suatu komunitas.

1. Kompetisi

Beberapa spesies dapat hidup berdampingan di dalam sebuah komunitas sepanjang mereka mempunyai kebutuhan yang berbeda dalam suatu relung ekologi, meskipun relung mereka saling tumpang tindih. Kehidupan demikian dapat terpenuhi selama kebutuhan hidup terhadap sumber yang sama tersedia dalam jumlah yang berlebihan. Akan tetapi jika sumber kebutuhan terbatas, maka hubungan antarspesies akan berubah menjadi suatu bentuk persaingan atau kompetisi. Kompetisi adalah interaksi antara dua makhluk hidup yang mengakibatkan kedua makhluk hidup tersebut mengalami kerugian. Adapun kebutuhan hidup yang sering diperebutkan antara lain, adalah makanan, tempat berlindung, tempat bersarang, sumber air, danpasangan untuk kawin. Semakin besar tumpang tindih relung ekologi, semakin sering terjadi kompetisi. Bentuk kompetisi yang terjadi berupa kompetisi intraspesifik (kompetisi antar anggota satu spesies), contohnya jenis burung di hutan yang memakan serangga yang sama.

Kompetisi interpesifik merupakan kompetisi antar anggota yang berbeda spesies. Kompetisi ini terjadi jika dua atau lebih populasi pada suatu wilayah memiliki kebutuhan hidup yang sama, sedangkan ketersediaan kebutuhan tersebut terbatas. Sebagai contoh adalah rusa dan kambing yang sama-sama membutuhkan rumput sebagai pakan di tempat yang sama.
sSetiap makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya. Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat di sekeliling makhluk hidup, berupa unsur-unsur biotik dan abiotik yang saling mempengaruhi makhluk hidup tersebut. Unit-unit lingkup ekologi tersebut secara hirarki dimulai dari individu, populasi, komunitas, ekosistem dan bioma yang ditunjukkan dalam spektrum biologi. Pendekatan ekologi adalah memahami faktor-faktor dan prosesproses penting yang melandasi keberadaan dan kelimpahan jenis di tempat hidupnya. Makhluk hidup meluangkan waktu untuk berkompetisi dalam memperoleh makanan, tempat berlindung, dan pasangan kawin. Didalam lingkungan biotik terdapat interaksi antara individu sejenis maupun antara jenis yang berbeda, terdiri atas kompetisi, dan simbiosis.
Kompetisi terbagi atas: kompetisi intraspesifik (kompetisi antar anggota satu spesies), dan kompetisi interspesifik (kompetisi antar anggota yang berbeda spesies). Simbiosis terdiri dari amensalisme, protokooperasi, mutualisme, komensalisme, parasitisme, dan predasi. Antara komponen pembentuk ekosistem terdapat hubungan saling ketergantungan, sehingga perubahan pada komponen yang satu akan menyebabkan
perubahan pada komponen yang lain. Peristiwa makan dan dimakan yang melukiskan suatu rantai makanan atau jaring-jaring makanan. Peristiwa rantai makanan menyebabkan terjadinya piramida energi, piramida jumlah, piramida biomassa dan aliran materi yang berupa siklus atau daur materi dalam ekosistem.

Siklus materi yang terjadi di biosfer disebut siklus biogeokimia artinya suatu siklus dari bahan kimia, dari bagian abiotik dalam ekosistem ke komponen biotik, kemudian diuraikan lagi menjadi mineral. Habitat adalah tempat hidup asli (di dalam alam) suatu makhluk hidup. Niche dapat bermakna ganda. Pertama, lingkungan kecil (micro environment) yang khusus bagi suatu jenis makhluk hidup. Kedua, peranan suatu makhluk hidup dalam komunitas, misalnya sebagai produsen, konsumen atau pengurai. Daya dukung lingkungan adalah ketersediaan sumber daya alam cukup ruang untuk memenuhi kebutuhan dasar pada tingkat kestabilan sosial tertentu. Perubahan lingkungan dapat terjadi secara alami dan buatan manusia. Secara alami, misalnya: akibat gempa bumi, gunung meletus, angin ribut dan banjir. Sedangkan secara buatan akibat aktivitas manusia, misalnya: akibat penebangan hutan untuk pertanian, pembangunan rumah, jalan besar, pabrik, dan bendungan.
Manusia mampu mengubah lingkungan misalnya pemberian pupuk, penghijauan, reboisasi, irigasi dan sebagainya untuk meningkatkan bidang pertanian dan melestarikan lingkungan. Setiap makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya. Komponen penyusun eksosistem terdiri atas dua, yaitu biotik dan abiotik. Faktor biotik (hayati) adalah segala makhluk hidup di sekitar dan di dalam makhluk hidup, sedangkan abiotik terdiri dari lingkungan, fisik (iklim, suhu, penyinaran, tekanan udara, kelembaban, angin, curah hujan, dan faktor-faktor tanah edafik, dan kimia (pH, senyawa kimia, dan lainnya. Interaksi antar populasi dikategorikan dalam bentuk netral, kompetisi atau persaingan, predasi, parasitisme, komensalisme, mutualisme dan antibiosa.
Seluruh ekosistem yang ada di dunia ini disebut Biosfer. Biosfer didefenisikan sebagai bagian bumi yang mengandung makhluk hidupmakhluk hidup . Ekosistem dapat dibedakan atas ekosistem darat, pantai, air tawar dan ekosistem air laut. Beberapa bioma darat antara lain: pamah, pegunungan, gurun, padang rumput, hutan basah, hutan gugur, taiga dan tundra. Sedangkan bioma pantai terdiri dari mangrove, formasi pes caprae, formasi baringtonia, dan air payau. Ekosistem air tawar dapat dibedakan atas perairan dengan air tenang, misalnya danau, rawan, kolam; serta perairan dengan air mengalir. Berdasarkan bagian daerah tempat hidup, dibagi tiga yaitu litoral, limnetik dan profundal. Bioma perairan terdiri dari berdasarkan daya tembus sinar matahari ke dalam air laut, terbagi atas fotik dan afotik. Secara fisik, habitat laut dibagi empat yaitu, berupa: litoral, neritik, batial dan abisal.
Berdasarkan kebiasaan hidup, makhluk hidup perairan dibedakan menjadi plankton, perifiton, nekton, neuston, dan bentos. Sebuah komunitas terbentuk melalui serangkaian proses yang disebut suksesi suksesi. Dibedakan atas 2 bentuk, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder. Suksesi primer terbentuk pada suatu wilayah yang belum pernah terjadi kehidupan sama sekali, sedangkan suksesi sekunder terbentuk pada wilayah yang pernah ada kehidupan kemudian rusak akibat kejadian alam atau akibat aktivitas manusia. Contoh: komunitas yang terbentuk setelah letusan Gunung Krakatau, Gunung Kelud, atau hutan yang terbentuk setelah kebakaran. Suksesi akan mencapai klimaks, bila terbentuk suatu komunitas tertentu yang komposisi populasinya relatif tetap dan stabil disebut komunitas klimaks

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar